Senin, 24 April 2017

Surat untuk Smartfren: Apa Aku Tidak Layak Menjadi Pemenang Kuis?

Dear, Smartfren.

semoga kebaikan selalu menyertai kita semua.

Hai, Admin @smartfrenworld , @smartfrencare , @andromax

Sudah berapa Kali, belasan atau puluhan aku mengikuti Kuis yang diselenggarakan di kesemua akun tersebut.

Dari Kuis #SemangatSenin, Kuis #RabuRejeki, Kuis #IamGen4G , Kuis #PuasPakeSmartfren dan kuis-kuis lain yang diselenggarakan Oleh ketiga akun tersebut.

Jujur ya, sebagai pengguna Smartfren yang lama, hampir sebelas tahun sampai sekarang pakai Smartfren. Dari modem yang jaman dulu banget warna putih-pink sampai andromax E2+ Smartfren 4G. Aku tentu ingin menjadi bagian para pemenang.

Kemarin, Aku sempat berharap karena siang itu, admin @smartfrenworld mengirimi direct message (pesan). Isinya bahwa, aku dinyatakan sebagai kandidat pemenang Kuis #SmartfrenRoadToUK untuk nonton Bruno Mars. Berminggu-minggu aku menunggu informasi pengumumuman. Tapi belum kudapati.

Hari ini, aku membaca sebuah tweet pengumumuman. Tentang pemenang #SmartfrenRoadToUK. Bukan namaku, Tapi orang lain. Pupus sudah harapan tersebut.

Aku kadang penasaran bagaimana sistem pencarian pemenang ya? Hehe

Apalagi kuis #PuasPakeSmartfren. Entahlah, kapan aku akan menang. berkali-kali ikutan, Tapi belum menang.

Waktu itu ada lagi kuis yang merayakan Valentine. Hadiahnya andromax L Dan B. Gak menang juga. Hehe.

Padahal aku ingin sekali punya andromax L.

Kadang aku bertanya, min. Di dalam Hati, apa aku tak layak menjadi pemenang Kuis Smartfren? 😥 Baper Kali aku ya. Iya, gimana tidak baper ya. Sudah cari Retweet an banyak, Mengajak teman ikutan, eh tidak jadi pemenang. Kan pingin nangis.

Semoga di kuis yang sedang aku ikuti seperti kuis Kartini "Emansipasiku Masa Kini", Twit Talk bareng "Melly Goeslaw", "PuasPakeSmartfren periode ini" membuahkan hasil yang seperti harapanku.

Tapi, meski begitu. Meski belum dikasih untuk menang, aku masih Tetap pakai Smartfren. Sudah nyaman pakai yang satu ini, kak Min.

Makasih Yaa sudah Mau baca. 😆
Semoga aku bisa jadi bagian pemenang Kuis persembahan Smartfren. 😂🙏

Thankyou.
Your regards

Hanat Futuh Nihayah.

Sabtu, 22 April 2017

Tentang Saya dan Smartfren


Selamat sore, buat pihak Smartfren dan teman-teman.

Saya akan menceritakan tentang "Saya dan Smartfren"

Selama kurang lebih enam tahun saya telah memakai produk dari smartfren. Saya mengikuti perubahan-perubahan yang dialami oleh Smartfren. Dari jaringan Smartfren yang masih Evdo, 3G, sampai detik ini 4G. Dari modem Smartfren yang berwarna putih pink, smartfren Andromax G, Smartfren Andromax Q (handphone pertama 4G yang saya miliki secara gratis dari suatu televisi) sampai Andromax E2+ yang juga telah berjaringan 4G yang saya miliki pada akhir tahun 2016.

Pertama saya akan menceritakan tentang pengalaman saya menggunakan smartfren Dan mengapa saya masih bertahan pada smartfren.

Saya menggunakan produk Smartfren karena jelas sinyal selalu ada. Kecuali memang sedang ada pemberitahuan dari pihak smartfren bahwa sedang ada perbaikan sistem.
Saya telah membuktikan pada 2016 kemarin. Ketika saya sedang menempuh KKN (Kuliah Kerja Nyata) di suatu Desa yang cukup "nggunung". Di mana sinyal-sinyal berbagai provider itu hanya satu dua bahkan terkadang hampir tidak ada. Jikalau ada pun, harus keluar Kamar dan duduk di plosotan kolam renang (kebetulan tempat tinggal KKN saya ada kolam renang) untuk mencari sinyal.

Ternyata tidak terjadi pada saya. Saya memakai Andromax Q 4G yang alhamdulillahnya sinyal penuh dan itupun sinyal 4G. Dengan sangat senang, saya bebas berselancar dunia maya, upload foto, chatting, videocall tanpa putus-putus tanpa keluar Kamar.

Saya bersyukur sekali. Sampai saya jalan-jalan ke puncak Desa tersebut pun saya masih bisa narsis upload di Instagram. Seru!

Akhirnya, teman-teman sekamar minta handphone saya untuk di thetring atau buka wifi (hostpot) gitu. Akhirnya saya buka hotspot karena tidak tega dengan mereka hehe. Saya pun tak khawatir karena saat itu saya memakai Paket internet my Smartplan limitless.

Kedua saya akan bercerita tentang pelayanan dari Smartfren. Sebut saya Galeri Purwokerto. Saya kadang seminggu sekali atau sebulan dua Kali, tidak tentu ya, pergi ke Galeri Purwokerto. Kantor operasi smartfren. Di sana Kita bisa Beli produk Smartfren secara lengkap tanpa harus ke Kota lain. Pelayanan yang diberikan pun bagus. Saya tidak pernah tidak mendapatkan senyum, sapaan dari mereka. Masuk ke Kantornya saja dibukain pintu sama Pak Satpam.
Dalam melayani customer pun sangat penuh perhatian *eh malah baper*. Saya betah deh kalau disuruh ngantre karena pegawainya bening-bening 😂😅.

Balik ke pelayanan. Selain bicara pelayanan offline (dunia nyata), pelayanan online pun cukup menyenangkan. *Kadang aku penasaran sama admin @smartfrencare*. Pelayanan online, saya lebih sering menghubungi pihak Smartfren melalui Twitter. Menurut saya, Twitter masih menduduki peringkat pertama dalam Hal kecepatan mendapatkan informasi. Saya sering menanyakan promo terbaru dari Smartfren. Seperti promo true unlimited yang dihargai tujuhpuluh Lima ribu. Padahal aslinya Tiga ratus ribu. Asik banget kan. Ada promo limitless. Ya, pokoknya respon dari admin Smartfren menurutku cepat tanpa menunggu sejam, bahkan setahun. Haha.

Ketiga saya akan bercerita tentang harga, kualitas produk Smartfren. Okay, ingat "Rega Nggawa Rupa" ya. Saya memilih Smartfren tentu dengan berbagai alasan. Kualitas dan harga. Pasti, di antara Kita selalu mempertimbangkan kedua Hal tersebut. Saya suka Smartfren karena pertama harga terjangkau. Kamu bisa miliki hape 4G yang harganya cukup terjangkau. Misal Andromax B. Handphone tersebut Android jenis Marshmello. Keren kan. Kameranya juga. Body handphone pun cakep. Paket internet pun bervariasi. Pokoknya tinggal pilih. Saya selalu suka handphone Andromax dari Smartfren karena "anteb" artinya berat handphone tersebut sesuai. Gak berat banget ya nggak enteng. Anteb!
Sekarang, saya pakai Andromax E2+. Kameranya cukup bagus. Punya titik fokus. Kalau buat jepret jepret selfie pun hasilnya cukup bagus dibandingkan handphone Andromax Q saya yang dulu hehe. Kamera Depan 5MP dan kamera belakang 5MP ( Kamu bisa cek di Instagram saya @hanatfutuh ). Body Andromax E2+ sangat menawan dengan warna white gold. Harganya sangat terjangkau. Ram 2.0 GB. OS Android lollipop 5.1.1.  Saya Beli di Galeri Smartfren Purwokerto dengan harga Rp. 1.050.000 (plus voucher limapuluh ribu). Mantaps jiwa kan.
Masih banyak loh produk-produk Smartfren lainnya. Seperti andromax R SE, Andromax L (duh pingin banget saya punya andromax L kalau dikasih tidak menolak deh. Sungguh 😆😆).

Selanjutnya, saya mau Kasih tahu Kamu semua. Kalau Smartfren sering banget bagi-bagi hadiah. Melalui akun Facebook Smartfren, Twitter @smartfrenworld dan @smartfrencare sering sekali mengadakan kuis yang hadiahnya tidak nanggung kerennya yaitu produk-produk Smartfren kaya andromax Mifi (sejenis modem), andromax L, B, A dan Masih banyak lainnya.

Sesuatu yang menyedihkan bagi saya adalah saya belum menang kuis di Twitter @smartfrenworld maupun @smartfrencare maupun di Facebook Smartfren. Sedih? So pasti ya karena saya sering banget ikutan berpuluhan kali dan belum kesampaian buat dapat hadiah tersebut (andromax L). Atau buat Kamu yang mau Kasih saya tidak akan menolak, sungguh!

Oh ya, saya juga tidak berhenti buat ajak teman-teman untuk memakai produk dari Smartfren. Hehe. Buat Kamu yang sudah memakai produk Smartfren karena atas rekomendasi dari saya, terima Kasih loh. Sungguh, saya Mengajak kamu bukan berarti saya sedang dikontrak jadi ambassadornya Smartfren ya. Hehe. Kalau ditawarin? Ya saya mau-mau saja. Hehe😆😆

Sekian cerita "Saya dan Smartfren" semoga membantu Kamu yang sedang galau pingin handphone Baru. Oh iya, ingat, Kartu 4G Smartfren bisa dipakai di handphone selain andromax loh! Serius! 😊😁😆

Selasa, 29 November 2016

Hujan (1)

Hujan selalu menjadi teman paling menenangkan. Suara yang dihadirkan oleh Tuhan melalui hujan, membuat sebagain hatiku melebur kembali mengingat, kamu.

Apa kabar? Pertanyaan yang ingin kulontarkan ini, terlalu berat. Bahkan aku tak bisa mengeja itu. Bahkan aku ingin menggadaikan rinduku agar bisa terlupakan. Aku ingin, semua hal tentangmu hilang begitu saja. Pergi, tapi tanpa bekas.

Kenapa Tuhan pernah menghadirkanmu dalam hidupku? Jika kamu banya sesaat lalu selamanya meninggalkanku. Bahkan jiwamu terpisah jauh. Tak bisa kutembus dengan apapun, kecuali aku berada sama dengan tempatmu.

Menunggu.

Barangkali , kemarin adalah bukan hari baik untuk kita bertemu. Meskipun setelah hampir empat tahun, kita tak bertemu. Hujan yang datang mengguyur kemarin, cuaca yang tidak bersahabat, dan kendala-kendala yang menyebabkan pertemuan kita tertunda. Pasti itu hang terbaik. Pasti itu datangnya dari Tuhan.

Aku masih setia. Aku masih menunggu. Meski ada sedikit sesak, karena kemarin kita gagal untuk bertemu. Hanya bertemu dan hanya untuk melunasi hutangku; memasak untukmu.

Sampai sekarang, aku pun masih sama. Masih berpikir, masih mengandai-andai. Andai kemarin kita bertemu. Apalah kita. Kita hanya berdoa. Tak bisa merubah ketetapan Tuhan.

Aku masih setia. Menunggu sampai kamu benar-benar datang kembali. Karena itu, aku bisa lekas melunasi janjiku.

I believe that God will bring you on my hand.

Jumat, 30 September 2016

Feature: Sosok Mahasiswa yang Haus Pengalaman

Hai. Selamat Malam, apa kabar kamu? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT yah. Malam ini aku memposting sebuah tulisan berbentuk feature tentang seseorang. Pertemuan pertama pak Arif Hidayat (dosen mata kuliah penulisan feature dan artikel) memberikan tugas untuk membuat feature tentang diri kami masing-masing. Dan taraaaaa!! setelah mengumpulkan tugas feature versiku, finally diedit oleh pak Arif sehingga tulisan berbentuk feature ini lebih manis dari sebelumnya, dan bahasanya enak dibaca.
Buat kamu yang belum paham tentang penulisan feature, semoga tulisan ini bisa sedikit bermanfaat untukmu ya :)


Hanat Futuh Nihayah
;Sosok Mahasiswa yang Haus Pengalaman

Mengenyam pendidikan tingkat tinggi barangkali menjadi harapan setiap orang, walau keterbatasan materi seirngkali membuat mereka pesimis. Namun, bagi Hanat, Keterbatasan materi bukan suatu penghalang untuk merajut mimpi-mimpinya. 
Gadis kelahiran Banyumas berusia 21 tahun ini sekarang tercatat sebagai mahasiswi Progam Studi Komunikasi Penyiaran Islam IAIN Purwokerto. Saat awal masuk kuliah, ia mendapatkan beasiswa penuh sampai delapan semester dengan Indeks Prestasi Komulatif tiga koma nol. Sebagai sesuatu yang baru, dirinya harus menyesuaikan di kampus yang baru ia masuki.
Hanat termasuk mahasiswa yang aktif di beberapa organisasi. Pada tahun 2013, bulan November, ia terpilih sebagai wartawan kampus dalam Bulletin Suara IAIN (dulu bernama Bulletin Suara STAIN). Bagi gadis yang bercita-cita menjadi wartawan ini, membaca merupakan kebutuhan. "Karena dengan membaca kita bisa menggenggam satu dunia" ujarnya.
Dalam kesibukannya, waktu menjadi bagian yang penting bagi Hanat. Di kelas, ia berarti harus fokus dalam kuliah. Jika sedang di organisasi, ia pun fokus di organisasi. Ada kalanya ia juga menyempatkan waktunya untuk sekadar bercanda tawa bersama teman-temannya, namun ia tetap mengutamakan prioritas hidupnya di dunia kampus. Terbukti, kini ia menyandang predikat cumlaude.
ia telah menyulap diri menjadi quiz hunter selama liburan semester yang menjadi pengalaman berharga baginya. Selama liburan semester satu, ia menghabiskan waktunya untuk membaca buku dan berselancar di dunia maya. "Ya, menjadi quiz hunter banyak sekali tantangannya. Kadang menang, sering menang dna pastinya pernah kalah," ungkap Hanat.
Menekuni Dunia Kepenulisan
Kegemarannya membaca membuat ia menyukai dunia kepenulisan. Ia meyakini sebuah pepatah bahwa menulis adalah membaca dua kali. Ia beberapa kali menulis puisi dan mengirimkannya ke media cetak. Beberapa kali mengirimkannya belum beruntung. Namun, semangatnya tidak luntur begitu saja. IA terus membaca dan menulis. Hingga pada tanggal 29 Agustus 2015, untuk pertama kalinya tujuh puisinya tayang di koran Sastra Harian Cakrawala, Makasar. Dimuatnya tujuh puisi itu tidak lantas membuatnya puas, ia terus berlatih dan mengeksplor kemampuan menulisnya. Hal itu terbukti akhirnya beberapa puisinya tayang lagi di Tribun Sumsel, detakpekanbaru.com, Pos Metro dan lain sebagainya.
Berbekal kemampuan menuangkan gagasan dan idenya, beberapa kali ia diundang dalam forum nasional, di antaranya Malang Leader Summit 2015 di Malang, Green Youth Camp 2016 di Medan, Forum Negarawan Muda Indonesia 2016 di Semarang dan terakhir ia dinyatakan lolos menjadi peserta forum nasional Future Leader Summit 2016 yang akan diselenggarakan di Semarang pada Oktober mendatang.
"Hidup itu belajar, hidup itu kompetisi. Siapa yang banyak belajar ia yang akan mempunyai banyak peluang untuk menang" kata gadis yang saat menjadi relawan di Koalisi Pemuda Hijau Indonesia chapter Jawa Tengah.

Sabtu, 10 September 2016

Sisi Unik dari Diriku; Mahasiswa Setengah Kuis Hunter.

Tadi pagi, dosen mata kuliah penulisan feature dan artikel memberi sebuah tugas yang cukup membuat teman-teman bingung dan mikir keras. Pasalnya, pak Arif meminta kami ( aku dan teman-teman) untuk mebuat tulisan tentang keunikan yang dimiliki.

Okelah, berhubung aku sedang senggang, aku akan menuliskan secuil keunikan dari diri ini.

Perkenalkan, namaku Hanat Futuh Nihayah. Nama kecilku Futuh. Hampir di seluruh penjuru desa, aku dipanggil dengan sebutan Futuh. Namun, di lingkungan sekolah aku akrab disapa Hanat. Tidak hanya itu, beberapa teman sekolahku, iseng memanggil namaku dengan sebutan Donat, Granat dan Hantu (Hanat Futuh). Tidak apa, aku senang dipanggil siapa ajah. Disapa sebagai Maudy Ayunda juga tidak masalah. Haha.

Berbicara tentang keunikan, mungkin keunikan yang aku miliki hanya secuil. Karena keunikan ini muncul saat awal perkuliahan. Begini kisahnya.

Awal masuk perkuliahan semester satu, ada sebuah seminar nasional dari lembaga pers mahasiswa di kampusku. Tentunya, aku mengikutinya dengan khusyu' dan berhasil duduk di deretan bangku utama. Dari sinilah, aku memulai keberanianku. Aku menyimak beberapa materi seminar. Sesekali aku berpikir, ada kuisnya tidak ya? Hehe.

Pada akhir seminar, ternyata ada kuisnya. Hadiah kuisnya adalah sebuah buku kumpulan cerpen dari para penulis di beberapa kampus ternama di Indonesia. Tanpa rasa takut, aku menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh salah satu panitia seminar tersebut. Ya, jawabanku sesuai dan berhasil mendapatkan sebuah buku kumpulan cerita pendek.
Dari situlah, aku mengisi kekosongan kuliahku dengan membaca buku-buku yang kupunya.

Tidak sampai di situ, hobi membaca bukuku mengantarku menjadi seorang pejuang kuis. Kalau teman-temanku bilang "ratu kuis" lebih kerennya lagi quiz hunter.

Sebenarnya, aku tidak sengaja menjadi seorang quiz hunter. Aku hanya memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh orang tuaku, seperti laptop dan hape bermerek namaku sendiri (HT). Ketidakpunyaan modem membuatku menggunakan fasilitas internet gratis dari kampus.

Pertama kalinya waktu itu (2014) aku mendapatkan beasiswa dari data print dengan nominal yang lumayan bagi mahasiswa sekelasku. Sebelum dapat data print, aku memang sudah mendapatkan beasiswa penuh selama delapan semester dari kampus. Memang tidak dapat tunjangan hidup, tapi itu sudah sangat membantuku dan bersyukur banyak aku bisa mendapatkannya.
.
.
Sepanjang libur semester aku stay di kampus. Sesekali pulang ke rumah. Tapi banyak tinggal di kampus. Tidak banyak yang kulakukan sepanjang liburan semester. Hanya baca buku, internetan dan tiduran. Monoton sekali.

Aku mulai mengaktifkan kembali twitterku. Iseng mengikuti beberapa kuis yang diadakan oleh beberapa penerbit. Sepanjang tahun 2014 aku mendapatkan sekitar 50 buku beredisi tanda tangan yang beberapa di antaranya dikirim langsung oleh penulisnya. Antara lain, buku dari Theodora judulnya Maharesa, Hanum Salsabila Rais judulnya Bulan terbelah di langit Amerika, Jilbab Love Story dari Pak Redy, Madrasah Cinta dari pak Dwi Suwiknyo, dan masih banyak lainnya.

Tidak hanya itu, tahun 2014 juga menjadi tahun pertama bagiku memiliki handphone baru sejenis android dari Smartfren dan MNCTV dalam kuis Semangat Berbagi Bersama Smartfren. Mendapatkan handphone android dan uang tunai total satu jutaan membuatku menjadi semangat.

2014 pula, awal puisi-puisiku dimuat di surat kabar. Memang tidak mendapatkan royalti, tapi dimuat dan tampak puisi dan fotoku saja itu sudah membuatku bahagia dan semangat untuk berkarya lebih baik lagi. Hingga beberapa kali puisi-puisiku mendapatkan tempat sesuai porsinya.

Tahun 2015 aku mendapatkan hadiah buku total 500 ribu rupiah dari mbak Dian Nafi yakni Kuis Selfie. Banyak-banyak bersyukur.

Jumat, 09 September 2016

Perkuliahan Pertama di Semester 7

Setelah izin kuliah beberapa hari karena sedang melaksanakan tugas lain (read: kkn), maka hari ini saya pergi ke kampus untuk kuliah. Hujan deras bukan menjadi halangan untuk tidak berangkat. Satu jam waktu yang saya tempuh dari rumah menuju kampus. Sudah saya perkirakan bahwa akan terlambat sepuluh menit.
-masuk kelas; salam dan minta maaf karena terlambat-

begitu, pandangan saya arah ke seluruh penjuru kelas. Seorang dosen sedang memberikan penjelasan mengenai kontrak kuliah untuk satu semester ke depan.

"Jelas ya? Di mata kuliah ini saya mengasumsi kalian semua adalah wartawan sedangkan saya seorang redaktur."

Menurut saya, permulaan kuliahnya cukup mengesankan. Bakalan asik untuk satu semester ke depan.

Ads Inside Post